
Synopsis Novel Berbahasa Batak
MARGULUT tu TANO DELI
: Sio Hong Wai
Novel ini ditulis dalam Bahasa Batak yang apik oleh Sio Hong Wai, seorang ‘Cina Tarutung’, mengambarkan situasi di tanah Batak hingga tanah Melayu Deli pada era 1925-1935. Berikut tantangan dan peluang yang ada pada masa itu.
Tiga anak muda bersaudara sepupu, Jonas darj Sibolga, Johan dan Saul dari Tarutung. Setelah menyelesaikan sekolah Volgschool dan Vervolgschool, mereka ingin mulai bekerja. Johan menjadi guru di Humbang. Sementara Jonas dan Saul merantau ke Tanah Deli, merebut masa depan di daerah yang sudah lebih maju karena perkebunan karet, kelapa, sawit dan komoditas ekpor lainnya.
Mereka berhasil mendapat pekerjaan sebagai kerani di kantor maskapai perkebunan karet milik Belanda. Gaji mereka seharusnya cukup untuk membantu orang tua di kampung. Tetapi Jonas berfoya-foya dengan kehidupan kelam, hingga mendapat penyakit kotor dan diberhentikan dari pekerjaannya. Akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung.
Berbeda dengan Saul tekun bekerja, karena sadar bahwa hanya pekerjaan itu yang dapat mengubah masa depannya.
Ada cinta, antara saul dengan Sara, gadis Manado putri pensiunan staff Perusahaan. Bahkan juga dengan Sari, saudara kembar identik Sara. Tapi Saul lebih tertarik dengan Suster Siti, putri ketiga dari pernikahan Sersan KNIL Adolf anak Mantri Mora dari Angkola, dengan Suster Jane gadis Belanda.
Pertengkaran Sersan Adolf dengan Suster Jane, membuat istrinya itu pulang ke Belanda, membawa dua putrinya. Meninggalkan Siti putri ke-tiga dalam asuhan kakeknya Ompu Mora, setelah ayahnya Adolf meninggal.
Kehadiran Sara menjadi membuat hubungan Saul dan Suster Siti sempat terputus.
Berakhir bahagia, Saul dan Suster Siti menikah, Tuan Besar Kebun atasan Saul, serta dokter Diel atasan Suster Siti di rumah sakit, memberi hadiah bulan madu ke Belanda, sekalian bertemu dengan Suster Jane, ibunya Siti, serta dua kakaknya, Brenda dan Elisabet. []
SPT, 19 Agustus 2025