Archive for the ‘Novel’ Category

SANG JUARA

Posted: July 23, 2023 in Novel

Berangkat dari kemiskinan dan penghinaan turun temurun,  Jumono merebut kesempatan untuk merealisasikan mimpinya: Meraih bintang untuk dipersembahkan pada Ibunya, Mas Jumadi –abangnya yang cacat, Mbak Surti, Mbak Juminten dan   Asmirah yang dicintainya.

Ia tundukkan Jakarta dan siap menantang juara dunia tinju profesional!  Ia kanvaskan belasan petinju untuk bisa pulang seperti ini: Dielu-elukan!  Tetapi apa yang ditemukannya?  Tanah sepetak milik keluarganya dirampas Kirom – preman kota yang masih sepupunya.  Rumah tua dan seisinya digotong paksa ke pinggir jurang.  Asmirah diteror habis hingga ‘kupu-kupu tercantik’ di kaki bukit itu terpaksa menerima lamaran Kirom.  Kakaknya Juminten pun kadung menjadi pelacur.

Iri dan dengki membakar  si preman kampung Kirom. Ia minta teman-temannya mengeroyok Jumono hingga cacat. Jumono bangki membalas. Jangan salahkan kesabaran, ia tak bertepi.

“Jum, aku menunggumu …!” bisik Asmirah, di pintu penjara.

(Rp. 60.000)

 

Synopsis: TEMPIAS DI BERANDA

Posted: November 9, 2011 in Novel

Sayang Niken meninggal ketika melahirkan Bimo, anak pertama mereka.  Niken dan Weni – adiknya berbeda seperti air dan api. Niken santun religius, sebaliknya Weni bergaul sangat terbuka. Weni tahu benar menikmati kecantikan dan kemudaannya.

Mertua Indra ingin Weni ‘naik ranjang’ menggantikan Niken jadi isteri Indra. Bagi Weni itu kuno dan merampas haknya untuk memilih jalan hidup sendiri. Ia ingin mewarnai dunianya sendiri dan tidak mau mewarisi jalan pilihan Niken.

“Aku tak bisa menggantikan Mbak Niken. Dia itu malaikat. Aku bukan,” tegas Weni.

Weni mengajak Indra bergabung dengan teman-temannya ‘dugem’ di club. Weni pamerkan kebebasannya, menari-nari mengumbar sensasinya.  Sengaja, agar  Indra berpikir berkali-kali sebelum meneruskan perjodohan itu. Sebaliknya darah muda Indra justru bergolak: Salahkah aku jika cemburu?

Sejak itu Indra selalu mencuri-curi memperhatikan Weni. Konyolnya, Weni justru sengaja memamerkan kemesraannya dengan pacar-pacarnya. Indra merasa jadi ilalang kering yang dibiarkan terbakar sendiri.

Tiba-tiba Indra yang dosen, terpikat  Helen – mahasiswinya dan mengajaknya menikah. Mertua Indra terpaksa setuju, karena  Weni sudah tegas menolak ‘naik ranjang’.

Ternyata Bimo anak autis – hyperaktif. Keras kepala dan tidak terkendali. Anak 4 tahun itu selalu menjadi sumber pertengkaran antara Helen dan Indra. Puncak pertengkaran, Helen pulang ke orang tuanya.

Indra terpuruk ditinggal Helen. Weni muncul ke rumahnya dengan masalah lain: Ia hamil. Bahkan tidak tahu lelaki mana yang harus bertanggung jawab!

Indra yang sedang depresi, dihadapkan pada gadis yang selama ini hadir dalam fantasinya. Gadis yang  selama ini menyulutkan api lalu membiarkannya terbakar sendiri bagai ilalang gurun.

*

Kiat Sukses Menulis Novel

Posted: February 8, 2011 in Novel