http://www.ubudwritersfestival.com/news-media/press-release/15-penulis-muda-wakili-keberagaman-indonesia

Posted: June 11, 2012 in Uncategorized

http://www.ubudwritersfestival.com/news-media/press-release/15-penulis-muda-wakili-keberagaman-indonesia

BUMI MANUSIA DALAM UWRF 2012

‘MEMILIH’ adalah kata sederhana, Nyatanya setiap keterbatasan selalu harus berhadapan pada kata keseharian ini.  ‘Memilih’, itulah juga yang dihadapi oleh Panitia UWRF 2012 atas ribuan naskah puisi (kebanyakan adalah puisi), cerpen, novel dan essai dari 279 penulis dari seluruh Indonesia. Tentu saja ‘memilih’  menjadi tidak mudah dan tidak sederhana.

Dengan mengusung bingkai tematik ‘Bumi Manusia’, adalah tugas panitia dan terutama dewan kurator (Saut Poltak Tambunan, Acep Zamzam Noor dan Cok Sawitri) untuk meniruskannya menjadi hanya 15 penulis. Proses ‘memilih’ semakin sulit, karena begitu banyak penyair dan prosais yang bersitegak pada positioning sastra yang nyaris sama.  

Tentu saja kualitas adalah keniscayaan dan menjadi tolok ukur utama. Berikutnya aspek kewilayahan nusantara, pengarusutamaan gender serta penyediaan kesempatan kepada penulis muda potensial. Hal yang menggembirakan, ternyata penulis potensial itu tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta, sebab daerah luar Jakarta bahkan luar Jawa pun mempunyai penulis-penulis handal.

Menunggu rapat dewan kurator menjadi sangat mendebarkan, memilih siapa dan mengapa. Bagusnya, saat rapat digelar segera terasa bahwa nominator/calon peserta berjarak nyaris sama dengan masing-masing kurator. Tak ada pertemanan, tak ada nepotisme, tak ada hegemoni, tak ada kurator yang bersitegang mengusung semangat kedaerahan sendiri.

Beberapa nama sudah mendapat garisbawah dari masing-masing kurator, berikut paparan (elaborasi) alasan garisbawah pada nama-nama itu. Bahasan selanjutnya mengkristal pada lebih dari 15 nama penulis. Sedikit alot, karena (sayangnya) quota yang tersedia hanya 15 penulis.

Adu argumentasi dalam koridor parameter dari panitia, akhirnya menghasilkan 15 nama penulis, mewakili puisi 5 orang, cerpen 5 orang, novel 4 orang dan essai 1 orang. Terdiri dari 4 wanita dan 11 pria. Hal lain yang menggembirakan,  pada UWRF 2012 terdapat keterwakilan penulis dari provinsi yang baru kali ini terpilih.

Mereka yang terpilih adalah Arif Fitra Kurniawan (Semarang), Benazir Nafilah (Sumenep), Mugiya Syahreza Santoso (Bandung), Budi Saputra (Padang), Muhary Wahyu Nurba (Sulawesi Selatan), Amanche Franck OE Ninu (Kupang), Olyrinson (Pekanbaru), Niduparas Erlang (Tangerang), Guntur Alam (Bekasi), Astina Triutami (Jakarta), Aprilia RA Wayar (Papua), Ayi Jufridar (NAD). Indah Darmastuty (Solo), Sunlie Thomas Alexander (Pangkal Pinang) dan Bandung Mawardi (Solo)

Naskah cerpen dan novel dari penulis terpilih didominasi oleh thema-thema kearifan lokal dengan latar kedaerahan. Masing-masing memiliki differensiasi yang tinggi dengan penguasaan teknik penceritaan yang khas.

Diharapkan para penulis terpilih akan lebih tertantang untuk menebar kreatifitas penulisan dengan thema keberagaman budaya Indonesia dalam bingkai kebersamaan. Pengenalan dan revitalisasi budaya akan membentengi anak-anak bangsa ini dari invasi budaya asing. Terlebih ketika regulasi dan pranata sosial tak lagi mampu menahan laju penggerusan nilai tradisi dan sublimasi keberadaban, karya sastra sudah seharusnya digegas. Essais juga diharapkan akan lebih kreatif membangun jembatan antara kritik dengan ‘karya sastra’ (diberi tanda petik karena sejatinya kritik juga karya sastra).  

Sampai jupa di Ubud Okober 2012 mendatang.

Denpasar, Juni 2012

Saut Poltak Tambunan

 

Leave a comment