Saat hujan badai dan banjir, Baginda Singa golek-golek di mulut gua. Seekor anak kelinci menggigil kedinginan menumpang berteduh.
Singa menelan liurnya, tetapi teringat komitmennya untuk insyaf.
”Baiknya aku ajak dia bermain-main untuk menghangatkan tubuhnya,” pikir Baginda Singa.
Lalu dengan kaki dan cakarnya yang kuat ia melempar-lemparkan tubuh si anak kelinci, mengajaknya bercanda dan tertawa.
Sementara bagi si anak kelinci, itu penyiksaan luar biasa!
