saut poltak tambunan
PUISI NEGERI RAYAP
(1)
Rayap Musuh Bersama
Mereka ini memang rayap Montok mengkilap Sembunyi di ruang pengap Segala dan semua dilahap
(2)
Musuh Di Rumah
Berjuta riuh meruah Kayu – semen dimamah Paku – besi dikunyah Pilar konstruksi diubah(3)
Di Bawah Atap
Ramai berkeriap-keriap Sangkanya ini rumah rayap Gembongnya bersayap Ramai pesiar berkelayap
(4)
Di Tiang Kuda-kuda
Rayap berdansa Mungkin pijat dan sauna Mumpung berkuasa Berulah sesuka-suka(5)
Di kayu Reng
Kayu reng di bawah genteng Luarnya utuh diremas gepeng Rayap berpesta bareng Penghuni rumah dipandang enteng
(6)
Di Tiang Blandar
Semangat dikobar-kobar bendera dikibar-kibar Kayu dikerat satu dua lembar Oleh-oleh sebelum rapat bubar
(7)
Di Langit-langit Kamar Mandi
Anak gadisku panik berteriak Pemuda rayap bersurak-surak Ribuan mata bulat membelalak Girang tertawa melonjak-lonjak
(8)
Di Daun Pintu
Rayap berebut palu Saling lempar sepatu Bersicekal dasi baru Tak ada lagi rasa malu(9)
Di Kap Lampu
(dhuar!) Meletus balon lampu Rayap tak perlu kacau Pindah saja ke balon baru Harga diri mengapa risau
(10)
Di Gudang
Berpesta di balik terang Rayap bertalu genderang Diusik langsung berang Rayap bersayap menyerang
(11)
Di Ruang Makan
Rayap terkantuk-kantuk Lelap berdiam duduk Lainnya kasak-kusuk Cari peluang siap seruduk(12)
Di Kusen Jendela
Rayap saling mencela Tak mengaku makan jendela Tapi di balik tangga Kompak tertawa wa wa wa
(13)
Di lisplafon
Rayap berguyon-guyon Suaranya gaduh serupa tawon Bahas plesiran ke rumah pohon Belajar cara memakan plafon
(14)
Di Rak Televisi
Bersitegang berdebat diskusi Serupa ayam tajen di Pulau Bali*) Rayap bela hajat berani mati Sudahnya bareng berdansa-dansi *membunuh atau terbunuh
(15)
Di Lemari
Rayap sungguh tak tahu diri Doyan batik, jas dan dasi Tak tahu lagi basa-basi Di kasih rempelo merogoh hati
(16)
Di Tiang Bendera
Di tiang bendera rayap menggerek Baris berbaris makin mengejek Derap langkahnya ’kretek-kreketek’ Sangkanya pemilik rumah cuek(17)
Di Bingkai Foto
Rayap golek bersantai Sangkanya itu di pantai Bubuk kayu diremah ke lantai Ter! La! Lu! Lebay bin alay!
(18)
Di Meja Kerja
Dasar rayap tak tahu etika Meja kerja dimakan juga Pincang kakinya tinggal tiga Ditanya, bilangnya itu Hak!
(19)
Basmi Total
Yap, kau janji kau ingkar Telingkahmu serupa barbar Sumbu emosi pendek terbakar Saatnya dibasmi ke akar-akar!(20)
Anti Rayap lain merek
Rayap takut ’lentrek’ Kata toko: “Sudah entek.” Merek lain dikira ecek-ecek Bikin rayap geli terkekek-kekek(21)
Di Rak Buku
Rayap melahap buku Semprot anti rayap merek terbaru Kelojotan mampus dan mati kaku Perang total mulai kemarin Rabu
(22)
Bukan Tukang Biasa
Tukangku bukan tukang sulap Bukan pilihan wakil rayap Bukan pula hasil polling sms gelap Tukangku tak mau makan suap
(23)
Pasukan Maju Serbu
Tukangku serempak maju Tumpas sarangnya tak pakai ragu Siram racun semua kayu Meski aku harus cari utangan baru
(24)
Racun Anti Rayap
Ini racun buatan dalam negeri Semprotkan harus berkali-kali Tangkap saja yang tak mau mati Minumkan racun modar ‘lah pasti
(25)
Bongkar Atap
Bongkar semua sarang rayap Semprot yang bersayap Basmi turunannya hingga lenyap Rumahku harus kembali gemerlap!!MERDEKA!
SPT, November 2010